ANAK NAKAL
Suatu hari disebuah sekolah ada seorang Guru yang marah kepada muridnya dan memukul tanpa merasa bersalah di depan murid yang lain. Alasannya "Anak itu nakal dan susah diatur".
Ketika anak-anak ini melapor kepada orang tua, ironisnya para orang tua memiliki pola pikir yang sama "Yang salah harus dimarahi dan dipukul". Lalu kemana anak-anak ini harus berlindung? Sementara mereka baru belajar mengenal dunia ini.
Keesokan harinya anak yang dimarahi dan dipukul itu tetap masuk sekolah namun anak-anak yang lainnya tidak mau lagi datang kesekolah karena ketakutan.
Guru ini merasa heran, mengapa anak yang dipukul ini tetap hadir sedangkan yang hanya melihat tidak hadir.
Keesokan harinya anak yang dimarahi dan dipukul itu tetap masuk sekolah namun anak-anak yang lainnya tidak mau lagi datang kesekolah karena ketakutan.
Guru ini merasa heran, mengapa anak yang dipukul ini tetap hadir sedangkan yang hanya melihat tidak hadir.
Anak itu menghampiri gurunya dan ia bertanya.
Anak : "Buguru.. Kapan kita mulai belajar?"Guru : "Tunggu nak, teman-temanmu belum datang".
Anak : "Bu.. Kalau nanti ibu mau pukul aku, tidak apa-apa. Soalnya Nenek bilang kalau
Buguru marah sama aku, itu tandanya Buguru sayang aku. Aku juga sayang buguru tapi aku tidak mau pukul Buguru karena kalau ibu sakit, tidak ada yang mengajariku menulis dan berhitung".
Guru itu tidak mampu mengucap satu katapun. Hanya diam dan menatap wajah muridnya dengan mengalir air mata dipipinya.
Anak itu melanjutkan celotehnya tentang pesan dari sang nenek.
Anak : "Bu.. Nenek juga bilang kalau Buguru adalah orang tuaku disekolah".
Mendengar cerita anak itu yang selalu menyebut nenek menjadi pertanyaan. Guru itupun berlutut hingga sama tinggi dengan muridnya.
Guru :"Nak, dari tadi kamu bilang nenek terus, lalu dimana Ibu dan ayahmu?"
Anak :"Tidak tahu, hanya ada aku dengan nenek tidak ada yang lain. Tapi orang bilang aku anak h***m. Anak h***m itu anak nakal ya Bu..? Mungkin karena itu aku tidak punya orang tua."
tangis Guru itupun tak tertahankan lagi mendengar semua ceritanya, lalu memeluknya.
Guru :"Maafkan ibu nak.. Maafkan ibu.."
Anak :"Nenek benar, Buguru sayang aku. Ibu kenapa nangis, Ibu sakit..?"
Guru :"Tidak nak, kamu anak baik. Harusnya ibu tidak memukul kamu.. Maafkan Ibu.."
Setelah itu Guru itu mengantar muridnya sampai dirumah dan bertemu neneknya dan meminta maaf atas perbuatannya. Lalu mengunjungi rumah-rumah muridnya untuk meminta maaf. Dan keesokan harinya kegiatan belajar disekolah kembali normal.
Guru itu tidak mampu mengucap satu katapun. Hanya diam dan menatap wajah muridnya dengan mengalir air mata dipipinya.
Anak itu melanjutkan celotehnya tentang pesan dari sang nenek.
Anak : "Bu.. Nenek juga bilang kalau Buguru adalah orang tuaku disekolah".
Mendengar cerita anak itu yang selalu menyebut nenek menjadi pertanyaan. Guru itupun berlutut hingga sama tinggi dengan muridnya.
Guru :"Nak, dari tadi kamu bilang nenek terus, lalu dimana Ibu dan ayahmu?"
Anak :"Tidak tahu, hanya ada aku dengan nenek tidak ada yang lain. Tapi orang bilang aku anak h***m. Anak h***m itu anak nakal ya Bu..? Mungkin karena itu aku tidak punya orang tua."
tangis Guru itupun tak tertahankan lagi mendengar semua ceritanya, lalu memeluknya.
Guru :"Maafkan ibu nak.. Maafkan ibu.."
Anak :"Nenek benar, Buguru sayang aku. Ibu kenapa nangis, Ibu sakit..?"
Guru :"Tidak nak, kamu anak baik. Harusnya ibu tidak memukul kamu.. Maafkan Ibu.."
Setelah itu Guru itu mengantar muridnya sampai dirumah dan bertemu neneknya dan meminta maaf atas perbuatannya. Lalu mengunjungi rumah-rumah muridnya untuk meminta maaf. Dan keesokan harinya kegiatan belajar disekolah kembali normal.
By: Zay Adibuana
Komentar
Posting Komentar